![]() |
|
Foto: Cristho Wutun
|
![]() |
|
Foto: Cristho Wutun
|
Watobaya – Dalam rangka menyambut dan merayakan pergantian tahun, pemuda dari tiga dusun di Desa Watobaya menggelar Pentas Seni dan Budaya yang berlangsung meriah di halaman depan Gereja Stasi Lamawolo. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Sejak beberapa hari sebelum acara berlangsung, para pemuda telah melakukan berbagai persiapan. Mereka secara swadaya membangun tenda sederhana menggunakan bambu dan terpal sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemuda dari berbagai dusun yang ada di desa tersebut.
Pada malam pelaksanaan, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan berbagai penampilan yang telah dipersiapkan. Beragam atraksi seni ditampilkan, mulai dari lagu-lagu hiburan, pertunjukan drama, hingga tarian yang menggambarkan kekayaan budaya dan kreativitas generasi muda Desa Watobaya.
Suasana penuh kegembiraan terlihat sepanjang acara. Penampilan para pemuda mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Gelak tawa dan tepuk tangan penonton beberapa kali terdengar saat kelompok drama menampilkan cerita yang menghibur sekaligus mengandung pesan moral.
Ketua panitia kegiatan mengatakan bahwa pentas seni dan budaya tersebut tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarpemuda dari tiga dusun.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk berkumpul, bekerja sama, dan menampilkan bakat yang dimiliki oleh anak-anak muda di desa. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan, ujarnya.
Sebelum kegiatan pentas seni dilaksanakan, pemerintah desa telah menetapkan ketentuan bahwa kelompok pemuda yang ingin menyelenggarakan acara pergantian tahun harus terlebih dahulu melaksanakan kegiatan kerja bakti pembangunan di wilayah desa. Ketentuan tersebut bertujuan agar kegiatan hiburan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menindaklanjuti aturan tersebut, para pemuda melaksanakan kerja bakti di salah satu lokasi pembangunan desa beberapa hari sebelum acara berlangsung. Mereka bergotong royong membantu pekerjaan pembangunan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat dan desa.
Kepala desa mengapresiasi semangat para pemuda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan seni dan budaya, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan desa melalui kerja bakti.
Kami ingin agar setiap kegiatan kepemudaan tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kontribusi bagi masyarakat. Syukur karena para pemuda dapat melaksanakan kedua hal tersebut dengan baik, katanya.
Masyarakat yang hadir mengaku senang dengan penyelenggaraan acara tersebut. Selain menjadi hiburan akhir tahun, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka di hadapan warga.
Pentas Seni dan Budaya di depan Gereja Stasi Lamawolo berlangsung hingga malam pergantian tahun dengan suasana aman dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kreativitas, dan kebersamaan masih terus hidup di kalangan pemuda Desa Watobaya, sekaligus menjadi cara positif untuk menyambut tahun yang baru dengan harapan dan semangat yang lebih baik.
![]() |
Foto: Cristho Wutun |
![]() |
Foto: Cristho Wutun |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar