Selasa, 30 Juni 2026

Warga Tambang Kerikil Pecah untuk Material Pembuatan Rabat Jalan

Foto: Zhukild Ama
Watobaya, Flores Timur – Semangat gotong royong dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terlihat dalam pelaksanaan pembangunan rabat jalan di Desa Watobaya, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Warga setempat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan penambangan kerikil pecah secara tradisional sebagai bahan material utama untuk pembangunan jalan desa.
Secara berkelompok, sejumlah warga tampak bekerja di lokasi penambangan menggunakan peralatan sederhana seperti palu, linggis, dan alat pemecah batu. Batu-batu berukuran besar dipecahkan menjadi kerikil yang kemudian dikumpulkan sesuai ukuran yang dibutuhkan untuk pekerjaan rabat jalan.

Jumat, 26 Juni 2026

Air Mata Perpisahan di TKK Watobaya: Dari Tangis di Gerbang Menuju Mimpi yang Lebih Besar

Foto: Inviolata Tukan
Watobaya – Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Desa Watobaya saat anak-anak mengikuti momen perpisahan menjelang kelulusan. Tawa riang yang selama bertahun-tahun memenuhi ruang kelas kini berpadu dengan air mata, baik dari para guru maupun orang tua. Kebahagiaan dan kesedihan hadir bersamaan, menjadi penanda berakhirnya sebuah perjalanan kecil yang penuh makna.
Bagi para guru, hari itu bukan sekadar seremoni pelepasan. Ada rasa bangga melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berani, dan percaya diri. Namun, di balik senyum yang mengembang, tersimpan kesedihan karena kebersamaan yang telah terjalin selama beberapa tahun kini harus berakhir.

Kamis, 25 Juni 2026

Dhidi Kabelen Bagikan Pengalaman Hidup dan Bermusik di Negeri Kangguru Australia

Lamawolo – Kesempatan langka diperoleh siswa SMP Satap Lamawolo ketika seorang putra daerah yang sukses meniti karier di Australia, Dhidi Kabelen, hadir untuk berbagi pengalaman hidup dan perjalanan bermusiknya di Negeri Kangguru.
Dalam kunjungannya yang berlangsung saat pulang kampung selama sepekan di Desa Watobaya, Dhidi menyempatkan diri bertemu para siswa dan guru SMP Satap Lamawolo. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut menjadi ajang inspirasi bagi para pelajar untuk berani bermimpi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Minggu, 10 Mei 2026

Angelius Wake Kako, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Kunjungi Dusun Lewohele Desa Watobaya


Foto: Flores Update
Watobaya – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako, melakukan kunjungan ke Dusun Lewohele, Desa Watobaya. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai aspirasi serta kebutuhan pembangunan yang ada di wilayah tersebut.
Kedatangan Angelius Wake Kako disambut oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta warga Dusun Lewohele. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kedekatan antara wakil daerah dan masyarakat yang diwakilinya.

Sabtu, 25 April 2026

Tim PUPR Flores Timur Bersama Anggota DPRD dan Kontraktor Lakukan Pengukuran Ruas Jalan Watobaya–Baya

Foto: Donny Leyn
Adonara – Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Flores Timur bersama Anggota DPRD Flores Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Budi Sucipto Lamawato, serta pihak kontraktor melakukan pengukuran pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Watobaya, Kecamatan Adonara Barat, dengan Desa Baya, Kecamatan Adonara Tengah.
Kegiatan pengukuran tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan pembangunan ruas jalan yang direncanakan akan dikerjakan pada tahun ini. Kehadiran tim teknis di lapangan disambut baik oleh masyarakat yang selama ini menantikan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Jumat, 20 Maret 2026

Pemilihan Kepala Dusun Lewohele Berlangsung Demokratis, Diikuti Dua Kandidat

Foto: Vinsen Ola Dosi
Watobaya – Proses pemilihan Kepala Dusun Lewohele, Desa Watobaya, berlangsung dengan tertib dan demokratis. Pemilihan tersebut diikuti oleh dua kandidat, yakni Yohanes Beda Kuya dan Antonius Marianus Heri, yang maju untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam memimpin Dusun Lewohele.
Kegiatan pemilihan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat Dusun Lewohele yang memiliki hak pilih. Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi pemungutan suara untuk menggunakan hak demokratis mereka dalam menentukan calon kepala dusun yang dianggap mampu membawa kemajuan bagi wilayah tersebut.