![]() |
| Gbr: Simpet Soge |
Paket pekerjaan jalan swadaya yang bersumber dari dana Program Pengembangan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) di Desa Watobaya akhirnya resmi rampung dikerjakan. Meski panjang jalan yang berhasil dibangun belum mencapai target awal, masyarakat tetap menyambut hasil pekerjaan tersebut dengan rasa bangga dan optimisme karena kualitas konstruksi dinilai jauh lebih kuat dan kokoh.
Pada perencanaan awal, pembangunan jalan beton ini ditargetkan mencapai panjang 1.000 meter. Namun hingga pekerjaan selesai, realisasi pembangunan tercatat baru mencapai 442 meter atau sekitar 44 persen dari total target. Dari jumlah tersebut, pembangunan di Dusun Lamawolo terealisasi sepanjang 210 meter, sedangkan di Dusun Lewohele mencapai 232 meter.
Belum tercapainya target panjang jalan diduga karena perhitungan kebutuhan material pada tahap awal tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Penggunaan material, baik material lokal maupun nonlokal, ternyata jauh lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya.
Seorang warga desa yang ditemui di lokasi pekerjaan menjelaskan bahwa konstruksi rabat beton yang dibangun memiliki ketebalan lebih besar daripada rencana awal. Hal itu menyebabkan kebutuhan semen, pasir, batu, dan material lainnya meningkat drastis selama proses pengerjaan berlangsung.
“Secara fisik, ketebalan jalan ini jauh lebih besar dari yang direncanakan. Karena itu penggunaan material menjadi berlipat. Akibatnya panjang jalan yang dikerjakan berkurang dari target awal,” ungkap warga tersebut.
Meski demikian, warga menilai kualitas pekerjaan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar panjang jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh material yang tersedia terserap hingga 100 persen dalam proses pembangunan. Hasil akhir konstruksi jalan beton juga tampak padat, tebal, dan diyakini memiliki daya tahan yang kuat terhadap cuaca maupun beban kendaraan.
Keberadaan jalan tersebut kini mulai memberi harapan baru bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini mengalami kesulitan mengangkut hasil pertanian. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini mulai berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman bagi warga.
Semangat gotong royong masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam penyelesaian proyek ini. Sejak awal pengerjaan, warga terlibat aktif dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengecoran jalan.
“Kami berharap umur pakai ruas jalan ini bisa mencapai puluhan tahun sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar seorang warga dengan penuh harapan.
Bagi masyarakat Desa Watobaya, pembangunan jalan swadaya ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jalan tersebut menjadi simbol kerja sama dan tekad warga untuk membuka akses pembangunan desa, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung masa depan pertanian masyarakat di wilayah tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar