Selasa, 30 Juni 2026

Warga Tambang Kerikil Pecah untuk Material Pembuatan Rabat Jalan

Foto: Zhukild Ama
Watobaya, Flores Timur – Semangat gotong royong dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terlihat dalam pelaksanaan pembangunan rabat jalan di Desa Watobaya, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Warga setempat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan penambangan kerikil pecah secara tradisional sebagai bahan material utama untuk pembangunan jalan desa.
Secara berkelompok, sejumlah warga tampak bekerja di lokasi penambangan menggunakan peralatan sederhana seperti palu, linggis, dan alat pemecah batu. Batu-batu berukuran besar dipecahkan menjadi kerikil yang kemudian dikumpulkan sesuai ukuran yang dibutuhkan untuk pekerjaan rabat jalan.
Material hasil kerja masyarakat tersebut selanjutnya dibeli oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dengan sistem pembayaran berdasarkan volume, baik dihitung per meter kubik maupun per karung. Skema ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus berpartisipasi langsung dalam pembangunan desa.
Ketua Tim Pengelola Kegiatan menjelaskan bahwa penggunaan material yang diproduksi masyarakat merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Selain memenuhi kebutuhan proyek pembangunan, kebijakan tersebut juga memastikan bahwa dana pembangunan desa dapat berputar di tengah masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Kami berupaya agar pembangunan ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang baik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan membeli material dari warga, mereka memperoleh penghasilan tambahan dari hasil kerja mereka sendiri, ujarnya.
Bagi masyarakat Watobaya, kegiatan memecah batu menjadi kerikil bukan sekadar pekerjaan sampingan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kesempatan menjual material kepada TPK menjadi sumber pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Seorang warga mengaku bersyukur karena hasil penambangan kerikil dapat langsung dibeli untuk kebutuhan pembangunan desa. Menurutnya, selain memperoleh penghasilan, masyarakat juga merasa bangga karena ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang nantinya akan dinikmati bersama.
Pembangunan rabat jalan di Desa Watobaya diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang lebih baik juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan memperlancar akses menuju fasilitas pelayanan publik.
Melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat sebagai penyedia material lokal, pembangunan desa tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga. Semangat kebersamaan dan swadaya yang ditunjukkan masyarakat Watobaya menjadi bukti bahwa pembangunan akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika masyarakat terlibat secara aktif, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaannya.

Foto: Zhukild Ama

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar