Selasa, 08 Mei 2018

Workshop Kegiatan Fisik Pembangunan Gedung SMP Satu Atap Lamawolo Digelar di Sotis Hotel Kupang

Foto: Sony Leyn
Kupang, NTT – Workshop kegiatan fisik pembangunan gedung SD-SMP Satu Atap Lamawolo berlangsung di Sotis Hotel Kupang dan diikuti oleh tim pengelola kegiatan yang berasal dari Desa Watobaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan pembangunan gedung sekolah yang dibiayai melalui program pemerintah. Workshop tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas tim pengelola desa dalam mengawasi, mengendalikan, serta memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Tim pengelola kegiatan yang hadir dalam workshop ini memiliki peran penting sebagai pelaksana lapangan yang bertugas melakukan pengawasan langsung terhadap pekerjaan konstruksi. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam memastikan penggunaan anggaran, kualitas pekerjaan, serta ketepatan waktu pelaksanaan sesuai rencana kerja.
Dalam pemaparan materi, peserta diberikan pemahaman terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan fisik, standar teknis pembangunan, administrasi pelaporan, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap potensi kesalahan dalam pelaksanaan proyek. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kegiatan pembangunan.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa keterlibatan tim desa dalam pengawasan sangat penting agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, hasil pembangunan diharapkan benar-benar sesuai kebutuhan sekolah dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Peserta workshop menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan bekal pengetahuan yang cukup untuk menjalankan tugas pengawasan di lapangan. Mereka juga berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi keberhasilan pembangunan gedung sekolah tersebut.
Melalui workshop ini, diharapkan proses pembangunan gedung SMP Satu Atap Lamawolo dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Watobaya dan sekitarnya.
Foto: Sony Leyn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar