![]() |
| Foto: Dian Lakun |
Lamawolo II – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga Dusun Lamawolo II RT 8 yang secara bersama-sama melaksanakan kerja bakti pembangunan lorong permukiman. Pekerjaan yang saat ini memasuki tahap pembuatan perkerasan tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.
Sejak pagi hari, warga telah berkumpul di lokasi pembangunan untuk mengerjakan berbagai tahapan pekerjaan. Lorong yang dibangun dengan konstruksi rabat beton tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga, terutama saat musim hujan ketika jalan sering menjadi licin dan sulit dilalui.
Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, kaum perempuan turut mengambil peran penting dengan mengangkut material kerikil dari tumpukan menuju lokasi pekerjaan. Dengan menggunakan ember, karung, maupun wadah sederhana lainnya, mereka bekerja bahu-membahu memastikan kebutuhan material di lokasi pembangunan tetap tersedia.
Sementara itu, para pria terlihat sibuk menyebarkan kerikil di sepanjang badan lorong yang sedang dipersiapkan. Mereka juga menyusun batu-batu pada bagian tepi dan dasar jalan agar posisi material tetap rapi dan sesuai dengan kebutuhan konstruksi sebelum dilakukan pengecoran rabat beton.
“Pekerjaan ini dilakukan secara gotong royong agar pembangunan lorong dapat selesai lebih cepat. Semua warga ikut terlibat sesuai kemampuan masing-masing,” ujar salah seorang warga yang turut bekerja di lokasi.
Menurut masyarakat setempat, pembangunan lorong tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama diharapkan karena menjadi akses utama bagi warga menuju rumah, kebun, maupun fasilitas umum lainnya. Dengan adanya perkerasan dan rabat beton, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.
Suasana kebersamaan tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Warga saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja dengan penuh semangat demi mewujudkan fasilitas yang dapat dinikmati bersama. Kehadiran ibu-ibu dalam mengangkut material dan mendukung pekerjaan juga menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi partisipasi warga yang tetap mempertahankan budaya gotong royong dalam pembangunan lingkungan. Menurutnya, semangat kebersamaan seperti ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat desa. Dengan bekerja bersama, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan hasilnya dapat dinikmati oleh semua warga,” katanya.
Pembangunan lorong dengan rabat beton ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Dusun Lamawolo II RT 8. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, keberadaan lorong yang lebih baik juga akan mendukung aktivitas sehari-hari warga dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata.
Melalui kerja bakti yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, warga Lamawolo II kembali membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi modal utama dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar