![]() |
| Foto: Petun Le |
Watobaya – Warga Desa Watobaya mengikuti kegiatan berbagi pengalaman (sharing) bersama Kepala Desa Tenawahang, Bernadus Belawa Sogen, yang dikenal berhasil mengembangkan model usaha terpadu antara budidaya jagung dan peternakan ayam. Kegiatan tersebut menjadi ajang pembelajaran bagi para petani Watobaya yang ingin meningkatkan produktivitas usaha pertanian sekaligus menambah sumber pendapatan keluarga.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh antusiasme itu, Bernadus Belawa Sogen memaparkan pengalamannya dalam mengintegrasikan usaha tanam jagung dengan ternak ayam. Menurutnya, kedua sektor tersebut dapat saling mendukung sehingga menciptakan sistem usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa sebagian hasil panen jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sementara kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Dengan pola tersebut, biaya produksi dapat ditekan dan pemanfaatan sumber daya menjadi lebih optimal.
“Pertanian dan peternakan tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Jika diintegrasikan dengan baik, keduanya dapat saling mendukung dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” jelasnya di hadapan peserta kegiatan.
Para petani Watobaya tampak aktif mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya, manajemen pakan, pengelolaan kandang, hingga strategi pemasaran hasil usaha. Mereka menilai model usaha terpadu tersebut sangat relevan untuk diterapkan karena sebagian besar masyarakat Watobaya telah memiliki pengalaman dalam bertani jagung.
Salah seorang petani peserta kegiatan mengungkapkan bahwa sistem yang diterapkan di Tenawahang memberikan inspirasi baru bagi masyarakat Watobaya untuk mengembangkan usaha yang lebih produktif.
“Kami selama ini fokus pada tanaman jagung. Setelah mendengar pengalaman ini, kami melihat peluang untuk mengembangkan peternakan ayam sehingga pendapatan keluarga tidak hanya bergantung pada hasil panen,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan, sistem integrasi pertanian dan peternakan juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan pakan yang dibeli dari luar. Pemanfaatan sumber daya yang tersedia di tingkat petani diharapkan dapat memperkuat ketahanan usaha dan mengurangi biaya produksi.
Pemerintah desa dan tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan sharing tersebut. Mereka berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi motivasi bagi petani untuk berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian yang lebih maju serta berkelanjutan.
Ke depan, para petani Watobaya berencana mempelajari lebih lanjut model integrasi tanam jagung dan ternak ayam tersebut melalui kunjungan lapangan maupun pelatihan teknis. Dengan dukungan berbagai pihak, masyarakat optimistis pola usaha terpadu ini dapat diterapkan secara bertahap dan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan berbagi pengalaman ini menunjukkan pentingnya pertukaran pengetahuan antardesa dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui pembelajaran dari praktik yang telah terbukti berhasil, petani Watobaya berharap dapat mengembangkan sistem usaha yang lebih efisien, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga serta masyarakat desa.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar