![]() |
| Foto: Lii Junior |
Lamawolo II – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Dusun Lamawolo II dalam melaksanakan pembangunan lingkungan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan pembangunan talud yang dilakukan secara swadaya oleh warga dengan melibatkan tenaga masyarakat setempat. Menariknya, pembangunan tersebut tidak menggunakan Dana Desa maupun anggaran pemerintah, melainkan dibiayai secara pribadi oleh salah seorang warga yang lahannya berada di lokasi pembangunan.
Sejak beberapa hari terakhir, warga tampak bahu-membahu mengerjakan talud di lokasi yang dinilai rawan mengalami erosi dan longsoran tanah, terutama saat musim hujan. Talud dibangun untuk memperkuat struktur tanah sekaligus melindungi area di sekitarnya dari kerusakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga dari berbagai kelompok umur. Kaum pria bertugas mengangkut batu, pasir, dan material bangunan lainnya, sementara warga lainnya membantu proses pencampuran adukan semen, penyusunan batu, hingga penyelesaian bagian-bagian konstruksi talud.
Menurut warga setempat, seluruh kebutuhan material pembangunan seperti semen, pasir, batu, dan perlengkapan lainnya ditanggung oleh pemilik lahan yang berkepentingan langsung dengan pembangunan talud tersebut. Sementara masyarakat memberikan dukungan dalam bentuk tenaga kerja secara sukarela.
Material dan biaya pembangunan berasal dari pemilik lokasi, sedangkan warga membantu melalui kerja bakti. Kami merasa pembangunan ini juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar sehingga kami ikut membantu, ujar salah seorang warga yang terlibat dalam pekerjaan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama. Selain melindungi lahan milik warga, keberadaan talud juga diharapkan dapat mencegah longsoran yang berpotensi mengganggu akses jalan maupun area permukiman di sekitarnya.
Suasana kekeluargaan sangat terasa selama pekerjaan berlangsung. Warga bekerja bersama dengan penuh semangat tanpa mengharapkan imbalan, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Tokoh masyarakat setempat menilai bahwa pembangunan talud tersebut menjadi contoh baik mengenai pentingnya kolaborasi antara inisiatif pribadi dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak selalu harus menunggu program pemerintah apabila masyarakat memiliki kemauan untuk bekerja sama menyelesaikan kebutuhan yang mendesak.
Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Ketika ada kebutuhan yang penting, warga bisa bersatu dan saling membantu demi kepentingan bersama, katanya.
Selain memberikan manfaat fisik berupa perlindungan terhadap tanah dan lingkungan, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Melalui kerja bakti, masyarakat memiliki kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mempererat rasa persaudaraan.
Warga berharap pembangunan talud dapat selesai sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang. Mereka juga berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dalam berbagai kegiatan pembangunan lainnya.
Pembangunan talud di Dusun Lamawolo II menjadi bukti bahwa kepedulian individu yang didukung oleh semangat gotong royong masyarakat dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Di tengah berbagai keterbatasan, kebersamaan tetap menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar