Senin, 24 November 2025

Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) Launching Program GEMAR, Gerakan Menanam dan Merawat

Foto: Bung Sila
Pada 22 November 2025 Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) launching program GEMAR, Gerakan Menanam dan Merawat, di SD Inpres dan SMPN satap Lamawolo desa Watobaya kecamatan Adonara Barat kabupaten Flores Timur. GEMAR merupakan produk unggulan YASNURIH sebagai implementasi dari bidang pelestarian keanekaragaman hayati.
Kelangkaan petani-petani produktif ditengah melimpahnya SDA menjadi potret buramnya dunia pendidikan kita. Proses pendidikan dibentuk sampai pelajar teralienasi dari lingkungan. Ini adalah contoh kejahatan terhadap ibu tanah (bumi) meminjam judul film Nara Teater "Ibu Tanah".
Akibatnya generasi kini semakin jauh dari aktivitas menanam dan merawat lingkungan.. Perubahan zaman dan dominasi teknologi digital merubah pola hidup kaum muda. Hal ini disebabkan minimnya ruang edukasi ekologis sehingga minat terhadap kegiatan menanam atau merawat lingkungan sekitarnya nyaris tidak ada. Disaat yang sama dunia sedang menghadapi percepatan perubahan iklim, yang mengakibatkan kekeringan, banjir, cuaca ekstrim dan menurunnya produktivitas pangan.
Upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu strategi PRB berbasis komunitas adalah melakukan penghijauan, menanam pohon poduktif/ekonomis dan merawat vegetasi lokal untuk menjaga ketersediaan air, kesuburan tanah dan kesehatan udara.
Secara historis gerakan menanam/penghijauan sudah dilakukan oleh para Gubernur NTT dari masa ke masa, seperti Gubernur EL Tari dengan gerakan Tanam, Tanam dan Tanam. Kemudian dilanjutkan Gubernur Ben Mboi dengan Program Operasi Nusa Hijau serta Gubernur Hendrik Fernandez dengan Program GEMPAR (Gerakan Peningkatan Pendapatan Asli Rakyat) di mana para petani diwajibkan menanam satu juta anakan mete dan tanaman bernilai ekonomis lainnya. Pertanyaan reflektif nya berapa pohon yang tumbuh dan berbuah, berapa yang mati, apakah ada monitoring masa perawatan dan panen?
Dari perspektif tersebut, Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) meluncurkan program GEMAR (Gerakan Menanam dan Merawat). Hal ini bukan soal menggerakan orang rame-rame menanam. Tetapi membangkitkan kesadaran ekologis yang menyatukan pelajar, pemuda, sekolah, gereja dan masyarakat desa dalam aksi nyata merawat lingkungan. Serta mendorong budaya merawat tanaman sebagai tanggungjawab ekologis bersama.
Program ini menjadi gerakan nyata menuju desa yang hijau, mandiri pangan dan energi serta berdaya secara ekonomi.
Program GEMAR menjadi isu strategis dalam memperkuat misi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang menyasar tiga pilar, yakni pengurangan risiko Bencana berbasis sekolah, memperkuat budaya kesiapsiagaan dan peduli lingkungan, serta pembelajaran kontekstual tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Sebagai wujud komitmen untuk membangun generasi peduli lingkungan dan siap siaga bencana, YASNURIH mulai bergerak dari lini Hulu (usia dini) dengan memilih SD Inpres Lamawolo dan SMPN Satap Lamawolo desa Watobaya sebagai basis Sekolah Percontohan Pendidikan Ramah Lingkungan
Ada beberapa catatan produktif sebagai keluaran(Output) dari acara Launching program GEMAR:
1. Bibit berupa anakan pinang dan enau sebanyak 920 pohon disiapkan oleh pelajar SD Inpres Lamawolo dan SMPN Satap Lamawolo.
2. Pemdes Watobaya mnryiapkan lokasi penanaman di sumber mata air Wairaong.
3. Jumlah peserta yang ikut penanaman serentak 205 orang terdiri dari pelajar, guru, pemdes Watobaya, tokoh masyarakat, Kadis PKO Flotim, perwakilan Bapperida Flotim, Ketua PGRI Cabang Adonara Barat, jurnalis Floresa, komunitas Mawar Merona, konsultan save the file dan tim YASNURIH.
4. Sumbangan benih pepaya California untuk SDI Lamawolo dan SMPN Satap Lamawolo untuk mendukung program MBG
5. MC di bawakan oleh dua pelajar SMPN Satap Lamawolo menggunakan dua bahasa,yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Begitu pula doa di bawakan oleh pelajar SD Inpres Lamawolo.
6. YASNURIH terapkan tradisi konsumsi keragaman pangan dan larangan konsumsi air kemasan. Sehingga setiap hajatan YASNURIH harus benar-benar mengurangi sampah dan Rama lingkungan.
7. YASNURIH terapkan efisiensi seremonial, yang dianggap lebih banyak menyita waktu, tenaga dan biaya. Sehingga pada moment launching program GEMAR, kita mendahulukan, sosialisasi pendidikan ekologi dan kegiatan tanam serentak. Setelah Tanam baru dilanjutkan dengan sambutan-sambutan pejabat untuk launching program GEMAR sekaligus makan bersama.
8. Monitoring lanjutan akan berjalan untuk mengetahui berapa tanaman yang mati dan hidup untuk segera di ganti
Untuk itu atas nama pengurus Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) kami mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan dan kerja sama baik dari: Kepala sekolah SD inpres Lamawolo dan Kepala sekolah SMPN Satap Lamawolo, Komite sekolah, Kepala Desa Watobaya, Kadis PKO Flotim, Bapperida Flotim, Ketua PGRI Cabang Adonara Barat, tokoh masyarakat serta para guru dan pelajar-pelajar SD Inpres Lamawolo dan SMPN Satap Lamawolo.
Foto: Bung Sila

Foto: Bung Sila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar