Jumat, 10 Oktober 2025

Diangkut Melalui Jalan Setapak, Hasil Tanaman Pisang Siap Dipasarkan

Foto: Stefania Lelu

Watobaya – Para petani pisang di wilayah Watobaya kembali memanen hasil kebun mereka untuk dipasarkan ke Pasar Waiwadan. Namun, proses pengangkutan hasil panen masih menghadapi kendala karena akses menuju lahan perkebunan belum didukung oleh jalan tani yang memadai. Hingga saat ini, para petani masih mengandalkan jalan setapak untuk membawa tandan-tandan pisang dari kebun menuju titik pengumpulan hasil.
Sejak pagi hari, para petani terlihat memikul dan mengangkut hasil panen melalui jalur sempit yang melintasi perbukitan dan lahan pertanian. Tandan pisang yang telah dipanen dibawa secara manual menuju lokasi yang dapat dijangkau kendaraan sebelum akhirnya diangkut ke Pasar Waiwadan untuk dijual kepada pedagang dan konsumen.
Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun wilayah tersebut memiliki potensi produksi pisang yang cukup besar, keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha pertanian masyarakat.
“Kami harus berjalan cukup jauh sambil memikul hasil panen. Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan pengangkutan hasil kebun menjadi lebih sulit,” ungkap salah seorang petani.
Selain menambah beban kerja, keterbatasan akses juga berdampak pada biaya dan waktu pengangkutan hasil panen. Dalam beberapa kasus, petani harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk membawa hasil produksi keluar dari kebun sebelum dapat dipasarkan.
Meski menghadapi berbagai kendala, semangat para petani untuk mengembangkan usaha perkebunan pisang tetap tinggi. Tanaman pisang menjadi salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Permintaan pasar yang relatif stabil membuat masyarakat terus berupaya meningkatkan produksi.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian, khususnya pembangunan jalan tani yang menjangkau kawasan-kawasan produktif. Menurut mereka, keberadaan jalan tani akan sangat membantu kelancaran distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani.
“Kalau jalan tani bisa sampai ke kebun-kebun produktif, kami akan lebih mudah mengangkut hasil panen. Biaya angkut bisa berkurang dan hasil pertanian juga bisa lebih cepat sampai ke pasar,” kata seorang warga.
Tokoh masyarakat setempat menilai pembangunan jalan tani tidak hanya bermanfaat bagi petani pisang, tetapi juga bagi pengembangan komoditas pertanian lainnya yang berada di wilayah tersebut. Akses yang baik diyakini akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.
Dengan potensi pertanian yang cukup menjanjikan, masyarakat berharap pembangunan jalan tani dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan. Infrastruktur yang memadai dinilai sebagai faktor penting untuk mendukung produktivitas pertanian, memperlancar pemasaran hasil panen, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Di tengah keterbatasan akses yang masih dihadapi, para petani Waiwadan terus bekerja keras membawa hasil panen mereka melalui jalan setapak agar dapat dipasarkan. Semangat dan ketekunan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat yang membutuhkan dukungan infrastruktur agar berkembang lebih optimal di masa mendatang.
Foto: Stefania Lelu
Foto: Stefania Lelu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar